“Apa itu yang mendasari kamu meminta aku untuk hamil?” Cassie memberanikan diri membahasnya. Ia harus membahasnya. Seperti kata ibunya, Alex pasti punya alasan. Alex bukan pria yang tidak bisa dipegang ucapannya. Cassie menyaksikan sendiri bagaimana selama ini Alex memperlakukannya. “Maaf karena aku menjadi tidak peka dan menginginkan sesuatu tanpa memikirkan perasaan dan kondisi kamu.” Alex menghela napas. “Aku akan jelaskan semuanya sekarang. Kamu mau dengar, sayang? Tapi, mungkin ini akan membuat kamu sakit hati. Aku nggak mengatakannya karena ini akan membuat kamu nggak nyaman.” “Nenek bilang apa?” Cassie tak suka jika ia harus sakit hati, namun ia ingin tahu semuanya. “Katakan sama aku kak Alex. Aku mau denger.” Sudah saatnya Cassie mengambil risiko. Meski ia tak tahu apa dampak ya

