BAB 115

1578 Words

“Kalau itu yang terbaik?” “Apa yang terbaik menurut kamu, Cassie?” “Kita bercerai.” Alex menimpali dengan cepat, “Kenapa kamu berpikir seekstim itu? Aku nggak akan menceraikan kamu.” “Ekstrim?” Dahi Cassie mengerut. “Aku cuma nanya, bukan minta dicerain.” Sekarang Alex yang mengerutkan dahi. “Maksud kamu apa?” “Apa?” Dua orang itu kini saling bertatapan. “Apa maksudnya Cassie?” Alex tidak mengerti arti tatapan itu. “Maksud yang mana?” mata cantik Cassie berayun. “Jangan menatap aku seperti itu,” ujar Alex. “Kamu baru saja mengucapkan kata yang nggak seharusnya diucapkan.” “Apa kata itu keramat seperti Lord Voldemort di serial Harry Potter?” “Cassie, aku serius.” Apa Cassie tak tahu bahwa Alex kalut? Mengapa wanita itu tampak tenang bahkan bisa melemparkan candaan. “Aku cuma b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD