STORY 28 - Permintaan Terakhir *** Flashback On – 14 Februari tahun 2030 Pukul 08.00 am “Kau yakin, Ayah tidak perlu menjemputmu nanti?” Arsen menatap tubuh Ravin yang kini sudah hampir setara dengan dadanya. Sang putra mengangguk dengan semangat, melihat senyuman lebar di wajah Ravin tidak pernah menghilang sejak tadi pagi, Arsen tersenyum tipis, “Sepertinya hari ini putra Ayah semangat sekali? Ada apa?” Mengacak rambut Ravin, sementara Asta menjawab senyuman Ravin dengan kedipan singkat. “Bukan apa-apa kok! Kak, ayo berangkat!” Menggandeng tangan sang kakak, dan berlari menuju area sekolah. “Ayah, ntar sore aku ke toko bunga ya! Ingat, kita harus membeli makanan untuk malamnya!” teriak Asta tak lupa mengingatkan sang ayah. Arsen hanya mengangguk paham, “Baiklah!” Kebetulan har

