24. Sentuhan Hangat

1253 Words

Selang satu hari sesudahnya, Max pulang dengan wajah sumringah. Ia membawa kabar gembira kalau papanya ternyata tidak mengalami kecelakaan. “Syukurlah,” ucap Isabella seraya menghidangkan makanan ke atas meja makan. Max menyentuh pergelangan tangannya. “Mereka belum bisa menemuimu lagi, Bel, papaku sibuk, perusahaan sedang pesat dan …” “Tidak apa-apa, sungguh,” ucap Isabella. Mendengar jawaban Isabella, Max menatapnya dalam-dalam, ada hal yang membuatnya merasa iba lantaran restu yang tak diberikan, ia tahu ketidak hadiran orang tuanya membuat pernikahannya menjadi aneh, apalagi Ayah mertuanya yang terlihat legowo padahal pasti bertanya-tanya apa yang menyebabkan besannya tidak datang. Tetangga juga terlihat mengerutkan keningnya, secara tidak langsung mereka pasti mengira yang tidak-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD