Vania meringis sembari memijat kepalanya yang terasa pening ketika perlahan membuka kedua matanya. Gadis itu menatap langit-langit kamar dalam diam. Mencoba mengingat apa yang terjadi padanya sebelumnya. Ingatannya kembali pada kejadian dimana Januar menyerangnya secara tiba-tiba. Bukan karena dia yang menggoda, tetapi lebih pada Januar yang kehilangan kendalinya karena alkohol. Pria itu seperti kesetanan, menciumnya dengan membabi buta tanpa perasaan. Lalu sebelum dirinya jatuh pingsan, walau samar dia bisa melihat Heru berlari mendekatinya. Setelah itu Vania benar-benar tidak tahu apa yang terjadi padanya selanjutnya. "Oh Tuhan, kamu sudah sadar?" seru suara berat yang mendekatinya dengan tergesa. Vania menoleh pelan, mendapati sosok Heru kini berada di jangkauannya. Gadis itu tak dap

