bc

Dekapan Ayah Mertua

book_age18+
2
FOLLOW
1K
READ
forbidden
one-night stand
family
age gap
forced
boss
drama
bxg
cheating
love at the first sight
friends with benefits
wild
like
intro-logo
Blurb

Vania, gadis cantik berusia di awal 20-an ternyata diam-diam memiliki ketertarikan pada pria yang lebih dewasa darinya. Ketika melihat sosok Heru Mahendra, Vania mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada pria itu.

Pertemuan mereka dimulai dari Heru yang tidak sengaja menabrak Vania yang tengah kebingungan mencari pekerjaan. Dengan baik hati pria itu menawarkan pekerjaan pada Vania dengan menjadikannya sebagai sekretaris di perusahaannya. Sejak saat itu hubungan mereka menjadi dekat.

Lambat laun, cinta mulai tumbuh di hati keduanya. Dan akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan diam-diam karena status Heru yang telah memiliki seorang istri. Walaupun begitu, Vania tidak menyerah dengan cintanya dan semakin ingin menjerat pria itu.

Sampai kemudian, Heru memilih pensiun dini dari jabatannya dan perusahaannya diambil alih oleh putranya, Januar. Dari keputusan itu ternyata membuat Januar dan Vania menjadi dekat. Hingga keduanya memutuskan untuk menikah secara kontrak karena desakan orang tua Januar.

chap-preview
Free preview
DAM | Prolog
Brak Seorang gadis terpental cukup kuat menghantam aspal setelah sebuah mobil tiba-tiba saja menabrak tubuhnya. Gadis itu meringis merasakan nyeri pada punggung dan sikunya. "Awshh.. " gadis itu mencoba duduk, dan memegang sikunya yang terluka. Tap tap tap Suara langkah kaki yang terdengar buru-buru menghampiri gadis itu. Seorang pria paruh baya berpakaian jas mahal tampak berdiri di depannya. Lantas setengah berjongkok dengan raut wajah yang menyiratkan kekhawatiran sekaligus penyesalan. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya dengan suara berat. Gadis bernama Vania Larasati itu seketika mendongak. Netra jernihnya bertemu pandang dengan netra jelaga milik pria itu. Sebelum Vania bereaksi, pria itu lebih dulu berseru dengan tegang. "Sikumu berdarah. Lebih baik kita segera ke rumah sakit agar kamu bisa ditangani." pria itu terlihat panik. Vania dengan cepat menggeleng begitu mendengar satu nama tempat terlarang itu. Wajahnya menyiratkan keengganan, sekaligus ketakutan yang tidak dapat dia sembuyikan. "Ja-Jangan, Om. Saya tidak apa-apa. Lebih baik saya pulang saja, rumah saya tidak jauh dari sini." tolak Vania dengan ekspresi tegang. Pria paruh baya itu ingin menolak. Namun saat melihat wajah tegang gadis di depannya dia akhirnya menurut. Tanpa diminta, dia membantu Vania untuk berdiri. Dan kembali tersentak saat mendengar rintihan gadis itu ketika telapak tangannya menyentuh punggungnya. "Apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit saja? Sepertinya punggung kamu juga terluka." pria itu kembali menawarkan bantuan. Vania menggeleng tegas, masih kukuh dengan keputusannya di awal. Dia benar-benar tidak ingin pergi ke rumah sakit. Terlalu banyak luka dan ketakutan hanya dengan mendengar nama tempat itu. "Baiklah, kalau kamu tidak mau pergi ke sana, biarkan saya membantu mengobati luka kamu." putus pria itu tak kalah tegas. Seolah tak ingin gadis di depannya membantah. Vania akhirnya mengangguk pasrah dan membiarkan pria paruh baya yang belum dia ketahui namanya itu membopongnya ke mobil. "Sebelumnya saya minta maaf karena sudah menabrak kamu. Saya sedang menerima telfon tadi." ujar pria itu. Vania tersenyum tipis,"Nggak papa, Om. Em, lain kali jangan nyetir sambil telfonan ya, Om-" "Heru. Nama saya Heru." pria itu akhirnya memperkenalkan diri sembari mengulurkan sebelah tangannya. Vania menyambutnya dengan ramah,"Saya Vania, Om." Dan dari situlah awal mula Vania dan juga Heru bertemu. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka menjadi lebih dekat. ***

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Pemuas Hasrat Mantan Suami

read
54.1K
bc

Eat Me, Daddy!

read
15.8K
bc

Nona-ku Canduku

read
100.7K
bc

OM DEWA [LENGKAP]

read
4.4K
bc

BRIANNA [Affair]

read
131.0K
bc

HASRAT MERESAHKAN

read
148.9K
bc

Menjadi Istri Tuan Revan

read
109.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook