Januar meringis memegangi kepalanya yang terasa pening. Perlahan kedua matanya terbuka, mengerjap beberapa kali untuk menyesuikan cahaya. Langit-langit kamar dengan ukiran klasik menjadi pemandangan pertama yang Januar lihat. Netranya mengedar, menemukan kamar hotel yang disewanya tampak kosong. "Ughh.. sepertinya aku terlalu mabuk tadi malam." gumamnya meringis. Kepalanya masih berputar-putar, membuatnya urung untuk beranjak. Mengedarkan pandangannya ke segala arah, Januar tidak menemukan sosok yang dia cari. Sepertinya Vania telah keluar dari kamar dan berada di suatu tempat. "Awshh.." Januar kembali dibuat meringis saat merasakan sudut bibirnya terasa sakit karena menguap. Mengumpulkan tenaganya, pria itu lantas beranjak. Berjalan menuju kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi pa

