Vania segera mengemasi barang-barangnya begitu jam kantor telah usai. Wajahnya tampak letih, sekusut kemeja yang dia kenakan saat ini. "Buru-buru banget, Mbak Vania?" tegur seorang staf junior yang kebetulan berpapasan dengan Vania di lobi. Vania tersenyum tipis,"Pengen cepetan sampai rumah biar bisa istirahat." jawabnya. Bukannya berhenti, gadis tersebut justru mendekati Vania. Mensejajarkan posisinya dengan Vania. "Jadi rumor tentang CEO baru kita itu bener ya, Mbak?" tanya staf tersebut. Vania sontak menghentikan langkahnya, menatap juniornya dengan alis terangkat. "Rumor yang mana?" tanya Vania penasaran. Gadis berkuncir kuda itu membisikkan sesuatu ke telinga Vania. Takut jika ucapannya didengar oleh karyawan lain yang berlalu-lalang di sekitar mereka. Vania tetap diam, walau

