Juni terus berlari ke arah depan gedung, kini areal depan gedung sudah kembali penuh dengan kerumunan orang. Kepala Juni celingukan, mencoba mencari sahabat nya Lili di antara banyak nya lautan manusia. Ini tidak mudah, tapi akhirnya Juni menemukan nya.
"Lili...!" Juni berteriak antusias dari kejauhan, gadis yang di panggil nya segera mencari asal suara. Tak lama ia melihat Juni yang sedang berjalan menembus kerumunan menuju ke arah nya.
"Astaga, Juni... Dari mana sjaa kau?" Pekik Lili setengah kesal. Dia kesal karena sahabat nya itu tiba-tiba saja menghilang.
"Kalau aku cerita, pasti kau tidak akan percaya." Ucap Juni antusias.
"Memang nya apa?" Sahut Lili malas.
Juni segera merangkul pundak Lili, dengan senyum yang belum juga mereda ia berkata, "nanti saja aku ceritakan, sekarang kita pulang, tapi aku menginap di rumah mu saja, ya, malam ini?"
Lili lagi-lagi memasang wajah malas, "kau ini, suka sekali membuat orang penasaran, ya... Baik lah kalau begitu, aku juga sudah lelah, ingin istirahat, untung saja besok kuliah ku libur. Hem...."
"Yeiii... Jadi aku boleh menginap, nih?"
"Ya boleh-boleh saja, biasa nya juga begitu kan, kenapa masih bertanya?" Sewot Lili.
"Jangan cemberut gitu dong, nanti manis nya hilang bagaimana?"
"Hum... Pandai sekali, ya, kau merayun nya. Tapi aku heran, kenapa kau tidak pernah punya pacar, padahal sepertinya kau itu punya bakat jadi wanita penggoda."
"Astaga, Lili... Tega sekali kau bicara seperti itu?" Juni pura-pura marah, bibir nya mengerucut dan tangannya ia lipat di depan d**a.
"Haha... Maaf, aku hanya becanda saja." Lili tak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.
"Huh... Dasar!" Meski begitu akhirnya Juni jadi turut tertawa.
***
Dengan kekuasaan yang ia miliki, Gara dengan mudah bisa menemukan keberadaan Juni.
Juni....
Gara melafalkan nama itu dalam kepalanya, ia masih duduk di meja kerjanya dan teringat akan laporan anak buah nya yang baru saja menginformasikan tentang keberadaan gadis itu. Bahkan kini ia menatapi foto gadis itu dalam layar laptopnya. Ternyata gadis itu cukup eksis di media sosial, dan mudah bagi Gara untuk melihat semua data tentang gadis itu, karena dia juga seorang progamer.
Seorang penulis?
Gumam nya lagi, kemudian sudut bibirnya naik ke atas. "Apa benar, gadis sembrono seperti itu seorang penulis?" Ia tak yakin.
Sebuah slide bayang kembali membayang di benak Gara, tentang kejadian tadi siang saat ia bertemu dengan gadis bernama Juni tersebut.
Tubuh nya mungil, pinggang nya sangat ramping, memiliki rambut ikal hampir sepinggang, juga mata bulat yang indah. Gadis itu cukup menarik. Bahkan Gara masih bisa merasakan aroma tubuh gadis itu yang terasa berbeda dari gadis kebanyakan. Gadis itu memberikan efek tenang bagi dirinya.
Selama ini, Gara sangat alergi terhadap wanita, mengobrol dengan jarak satu meter saja, kadang membuat nya sudah tidak tahan,bahkan perut nya terasa mual dan ingin muntah. Dia sudah mencari cara, dan sudah pergi ke dokter spesialis, bahkan ia juga pergi ke psikiater, namun hasil nya nihil. Dia belum juga sembuh dari alergi nya yang aneh itu.
Siang itu, saat seorang wanita tiba-tiba mengajak nya bertemu di taman, dan wanita itu mengungkapkan perasaanya pada nya, namun Gara tak bisa menahan diri untuk tidak muntah dan akhirnya membuat wanita itu menangis. Tidak di sangka aksinya itu di rekam oleh gadis aneh yang mencoba memeras diri nya.
Demi menutupi penyakit aneh nya tersebut, Gara sengaja menyebar kan rumor dan image tentang diri nya yang seorang playboy, atau kalau tidak, dia akan di sebut sebagai homo. Astaga... Berita itu tentu saja akan sampai ke telinga orang tua nya dan itu pasti membuat mereka sedih, Gara tak ingin semua itu terjadi.
Namun, saat Gara bertemu dengan Juni, ia justru merasa sebalik nya, saat berdekatan dengan gadis itu, tubuh nya seolah bergetar hebat, ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelum nya, tubuh gadis itu seolah mengeluarkan daya pikat yang sangat besar terhadap diri nya.
Ada apa dengannya?
Gara tidak mengerti. Dia harus bisa bertemu lagi dengan gadis itu dan menemukan jawabannya.
Bersambung