“Sidang Etik & Rencana Gila” Pagi itu, gue duduk di ruang sidang fakultas. Meja panjang, kursi melingkar, dan wajah-wajah serius para dosen senior bikin suasana kayak ruang interogasi KPK. Di ujung meja, Bu Ratna duduk dengan senyum angkuh. Tangannya dilipat rapi, tatapannya kayak predator yang nunggu mangsa jatuh sendiri. Di sampingnya ada Pak Herman, Wakil Dekan yang terkenal licik. > “Pak Raditya,” suara Pak Herman tenang, “kami memanggil Anda untuk menjelaskan dugaan penyalahgunaan dana penelitian. Ada bukti bahwa dana tersebut mengalir ke rekening pribadi Anda.” Gue ngambil napas panjang. > “Saya bisa jelaskan semuanya, Pak,” gue jawab, pura-pura kalem. “Tapi saya butuh akses ke bukti yang katanya Anda punya.” Bu Ratna langsung nyelutuk, > “Bukti ada di kami, dan per

