Pemimpin baru

903 Words
Aelina sudah kembali bekerja setelah insiden di festival tempo lalu. Dan hari ini ada pengumuman perkenalan pemimpin baru di perusahaan tempat ia bekerja. Tampan, berkharisma, dingin, maskulin kata-kata tersebut yang paling sering didengar olehnya dari rekan sesama. Dan hari ini seluruh karyawan dikumpulkan dalam aula gedung perusahaan. Suara riuh bergema seisi ruangan. Dan mulai terhenti ketika sang pemimpin baru memasuki ruangan. Semua mata kaum hawa menatap pemimpin mereka dengan mengagumi terkecuali Aelina. Wajahnya pucat dan agak sedikit ketakutan . Dia kan laki-laki yang waktu itu di cafe . Mata Aelina dan pemimpin barunya bertemu. Dengan cepat Aelina memalingkan wajahnya kebawah. Sebuah senyuman tipis terbit diwajahnya. "Perkenalkan saya Leo mulai hari ini sayalah yang akan menggantikan posisi ayah saya di perusahaan ini. Saya berharap kita semua dapat saling membantu untuk memajukan perusahaan ke arah yang lebih baik" suaranya yang lantang dan mantap menampilkan wajah kagum dalam setiao wajah orang yang hadir. Sepertinya tidak terlalu buruk disini ucap Leo dalam hati sambil melihat kearah Aelina yang perlahan meringkuk menyembunyikan diri. Setelah acara di aula semua karyawan hari ini dibebastugaskan. Leo merasa hari ini sepertinya tidak perlu terlalu kaku. Bahkan disetiap divisi dia berikan Pizza 2 loyang yang besar termasuk bagian OB dan OG. Hal ini membuat Revan asisten sekaligus sahabatnya menatap dengan wajah heran. Dia tau watak Leo yang paling tidak suka membuang-buang waktu seperti ini. Sepertinya sesuatu yang bagus terjadi. Didalam ruang kerjanya Revan menatap Leo secara intens. Dan yang ditatap hanya menanggapi dengan santai bahkan tersenyum. TERSENYUM ? Astaga aku rasa harus memanggil dokter saat ini. Merasa Revan menatapnya dengan tatapan curiga, Leo mengeluarkan suaranya. "Kau ingin mengulitiku ha ?" "Dengan siapa aku berbicara?" tatap Revan tajam seolah Leo sedang kerasukan "Kau aneh" "Tidak, kau yang aneh. Tidak biasanya kau memberikan kelonggaran satu hari dalam perusahaan. Dan hari ini kau membebastugaskan karyawanmu tanpa memotong gaji mereka. Dan barusan kau tersenyum. Sungguh ini bukan seperti dirimu yang biasanya. Kau pasti sedang tidak waras" Mendengar jawaban dari Revan sedikit menghantam kepalanya. Ia pun agak sedikit heran karenanya. Memang benar apa yang dikatakan. Memang ada satu hal yang membuat dirinya dalam keadaan mood yang baik hari ini . "Hanya perasaanmu saja" jawab Leo acuh Mendapat jawaban yang kentang seperti itu membuat Revan semakin menyipitkan matanya menelisik ke arah Leo . "Ohh, apa ada yang membuatmu tertarik ?" Leo menghentikan aktivitasnya dan melihat Revan dengan tatapan garang. Revan cukup membuatnya terkejut. Dan yang ditatap malah menatap balik dengan tatapan menyelidik. Akhirnya Leo menyerah dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Revan memang seperti itu, tidak akan berhenti sampai mendapatkan jawaban yang memuaskan rasa ingin tahunya. Leo tidak ingin merusak suasana hatinya kemudian mengusir Revan. "Pergilah aku terlalu banyak pekerjaan hari ini" Revan sadar kalau Leo tidak akan memberikan jawaban. Karena itu dia bangkit berdiri keluar menuju pintu. Ketika ia hendak keluar dia berbalik kemudian melihat kearah Leo yang masih menatapnya. Jari telunjuk dan jari tengahnya menunjuk ke arah matanya kemudian diputar ke arah Leo. "I watch you" ucapnya seolah mengancam . Kemudian keluar menutup pintu. Dalam ruangan lain Aelina bersama rekan kerja yang lain . Memilih untuk bekerja karena memang dalam tim divisi Aelina semuanya tidak suka bersantai . Disaat divisi lain asik bersantai bahkan ada yang keluar. Malah divisi Aelina yang berkutat dalam pekerjaannya . Mereka meminta ijin untuk ditukar hari santai hari ini ke hari Jum'at dan berjanji akan menyelesaikan seluruh tugasnya di hari Kamis dan pemimpin mereka mengijinkan. "Kalian rajin sekali, bukankah sudah diberikan kelonggaran hari ini untuk tidak bekerja ?" Suara rendah seorang pria mengalihkan pandangan satu ruangan tak terkecuali Aelina. Nampak Revan dengan santainya bersender di pintu dengan tangan kanan memegang es kopi dari cafe ternama "Oh, kami meminta ijin untuk diganti hari di hari lain pak. Karena kami ingin totalitas istirahat mulai Jum'at nanti" jawab salah satu dari mereka "Dan pak Leo mengijinkan ?" Semua kepala mengangguk. Makin tidak beres ini batin Revan. "Memang ada hal apa sampai kalian ingin libur dari hari Jum'at ini ?" "Kami sebenarnya cukup lama ingin melakukan liburan satu divisi . Tetapi belum menemukan hari yang tepat . Dan karena hari ini hari diberikan kesempatan untuk bebas dan diijinkan libur kami meminta harinya ditukar." "Ohh, lalu ?" tanya Revan lanjut "Pak Leo berminat untuk pergi" Revan terbatuk-batuk mendengar jawaban tersebut . "A.. Apa ?! Kok bisa ?" tanyanya heran Semua orang menaikan bahu. Mereka juga tidak paham mengapa pimpinan terbaru perusahaan tersebut ingin ikut kegiatan mereka . Merekapun tidak ambil pusing dan tidak keberatan juga . "Baiklah, saya juga ingin ikut. Bisakah kalian mengajakku juga?" Semua saling pandang. Mereka heran mengapa kedua orang ini berniat ikut ? "Apa kalian sudah memesan villa ?" tanya Revan "Belum pak, rencananya kami ingin menyewa villa yang memiliki 4 kamar . tetapi karena bapak dan pak Leo ingin ikut jadi kami akan mencari villa dengan 5/6 kamar" "Uhm..kalau 4 kamar kalian memang ada berapa orang yang pergi?" "Delapan pak" "Bukankah bagian divisi kalian ada 7 orang?" "Aelina membawa serta satu temannya pak agar jumlah kami genap" "Satu kamar berdua ?" tanya Revan lagi Mereka mengangguk "Baiklah kalian cari saja villa 6 kamar yang 2 untuk saya dan Leo. Kami tidak bisa satu kamar karena sering berkelahi. 75% dari harga sewa akan saya dan pak Leo yang tanggung . Sisanya kalian bisa patungan" Mendengar itu senyum sumringah terpancar dari mereka semua . "Terimakasih pak!" "Baiklah kalian sebaiknya lanjutkan pekerjaan kalian. Maaf menyita waktu kalian cukup lama" ujar Revan sambil pergi meninggalkan ruangan tersebut .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD