Editor Baru

694 Words
Halo, aku selaku penulis mohon maaf sebesar-besarnya karena telat up untuk bab baru. Karena satu dua hal yang tidak bisa aku jabarkan jadi terpaksa novel ini telat sekitar 2 bulan . Terimakasih untuk yang mau menunggu. Tolong support aku dan semoga aku bisa memberikan hiburan untuk kalian terimakasih . w/ love  *** "maaf, aku terlambat" terdengar suara lelaki menginterupsi kegiatan makan mereka.  Mereka bertiga menengok ke arah sumber suara . Tampak lelaki muda dengan pakaian kaos dan celana jins robek . Rambutnya di atur dengan acak sehingga nampak pas di wajahnya yang tampan . Alis tebal dengan bibir berwarna pink alami dengan hidung mancung dan rahang yang cukup tegas . Wajahnya tersenyum nakal seperti anak remaja .  Aelina tertegun untuk beberapa saat . Dia terpana melihat wajah lelaki ini . Dan yang paling penting Aelina suka dengan senyumannya . Aelina sangat menyukai wajahnya yang ramah dan jenaka yang terpancar dari laki-laki tersebut .  "Masih berani cengengesan kamu ? Sudah terlambat bukannya minta maaf malah cengar-cengir" Rita menjawab dengan wajah judesnya "Hiihhh pantes aja tante belum nikah judes gitu mukanya, heran aku kok om Edrick bisa suka sama tante" kata lelaki tersebut  "Ohh, mulutnya mau dibetot pake tang nak ? Sekalian tante cubit bola matanya , hum ?" sahut Rita sambil mendelik . "Ampun tante hehehehe" ujarnya lalu kemudian duduk di kursi kosong samping Aelina . Gerakan yang tiba-tiba itu membuat Aelina refleks menjauhkan dirinya .  "Kenalin Lin, ini Hazel dia itu anak dari senior mama ." Ujar Rita kepada Aelina . Aelina hanya mengangguk kemudian kembali memfokuskan makanannya . "Aku lapar ! Mbak , mau tambah pesanan" Hazel mengangkat tangan dan memanggil pelayan terdekat .  Seorang pelayan wanita datang menghampiri , nampak sekali wajahnya sangat mengagumi wajah Hazel . Hazel yang merasa diperhatikan langsung menengok "Kenapa mbak ? Ada yang salah dengan wajah saya ?" tanya Hazel Si pelayan tergagap sambil meminta maaf . Setelah Hazel menyebutkan pesanannya, pelayan tersebut meninggalkan meja . Sembari menunggu, Hazel memerhatikan wajah Aelina . Merasa terganggu Aelina sontak mengalihkan wajahnya ketempat lain . Namun Hazel tetap menatap Aelina tanpa terputus . Merasa seperti ada tatapan menusuk ke arahnya Aelina memberanikan diri menatap Hazel . "A..Apa ?" tanya Aelina "Ga ada" jawab Hazel seenaknya sambil terus menatap Aelina . Rita yang sudah hapal dengan kelakuan playboy Hazel langsung mencubit tangan Hazel yang ada di atas meja . "Aduh, sakit tante !" kata Hazel sambil mengelus tangannya . Dih ! Itu tangan apa tang sakit banget gila ! Hazel menggerutu dalam hati "Kamu jangan coba-coba deketin Aelina dengan tatapan kamu itu ! Tante col*k mata kamu mau ?" Rita membalas ucapan Hazel Hazel hanya bisa merengut karena dia tidak mau semakin dicubit oleh tantenya dan lebih memilih untuk mengalah . Beberapa menit kemudian makanan Hazel tiba . Tanpa menunggu waktu yang lama Hazel langsung menyantap makanan yang tersaji didepannya . Dua puluh menit kemudian makanan tersebut sudah terisi penuh kedalam perutnya.  Setelah selesai Hazel menatap wajah tantenya .  "Nah, tante aku udah selesai . Sekarang tante mau ngomongin apa ?" tanya Hazel "Kamu tau kan tante sudah mau menikah dan setelah menikah tante akan pindah ke Jerman ikut om Edrick . Kamu tolong gantikan posisi tante di penerbit itu ya?" jelas Rita "Tapi kerjaan aku ditempat lain gimana tante ?" "Ga usah khawatir, aku adalah satu-satunya editor khusus Aelina , dan biasanya juga untuk konsultasi naskah diluar jam kerja . Jadi kamu bisa kerja hanya di jam luar kantor" terang Rita "Okelah kalau jadwalnya pas" Hazel menganggukan kepalanya . Aelina yang sedari tadi diam sibuk mencerna . Berarti dalam waktu dekat dia jadi editorku ? Ga mau ! Seolah mengerti dengan isi hati Aelina , Rita pun memberi nasihat . "Gapapa lin, itung-itung kamu bisa dapat ilmu dari orang yang berbeda . Semakin luas jangkauan kamu semakin luas wawasan kamu . Tenang aja Hazel ga gigit kok . Kalau dia macam-macam sama kamu , langsung lapor ke mama" "Dihh, emang aku apa'an ?" Hazel merasa tidak terima "Hazel, tolong jaga dia ya" pinta Rita sungguh-sungguh Hazel yang pertama kali melihat tantenya meminta , menganggukan kepalanya . Ditatapnya Aelina  Aku penasaran apa istimewanya gadis ini sampai-sampai tante memintaku seperti itu .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD