Pertemuan
Di saat yang lain menghabiskan malam minggu dengan membelanjakan uang, kami mempunyai cara lain melewati malam, kami bahkan bisa menghasilkan uang.
"Tet... Tet... Tet", suara orderan masuk.
Gofood sate di daerah Dago dengan tujuan ke atas, ke daerah yang terkenal sepi, gelap dan angker untuk ukuran jam setengah dua belas malam.
Mempertimbangkan tagih tunai yang hampir lima ratus ribu, sepertinya aku bisa berkompromi dengan ketakutanku sendiri.
"Gope nih, lumayan tagih tunai gede", ucapku menyemangati diriku sendiri.
Waktu berlalu, orderan telah sampai di customer. Uang lima ratus ribu di tangan beserta dengan tip, menambah keberanian ku untuk melewati jalan yang sepi dan kembali ke tongkrongan.
" Wuuusshhhh", suara angin terdengar kencang saking sepinya di tempat ini.
Ketakutan mulai kembali mendominasi dan aku biasa menyiasati nya dengan bersenandung sambil mengendarai motorku.
"Begitu sulit lupakan rehan, apalagi rehan baik(lagu viral t****k). Begitu susah.... ANJ#NK!!! "
Aku di kagetkan kucing hitam yang tiba tiba loncat di depanku.
"Meoooowww", suara kucing itu yang juga kaget.
"Lu yang ngagetin!", kesalku.
"Meowww... Meowww... Hhhrrrrrgghhh!!!", suara kucing lagi yang kali ini terdengar kesal padaku.
" Ngomong apa lu?!, sini kalau berani!", lanjut ku dan kucing pun lari ke semak semak ketakutan.
Aku pun sebenarnya takut dan melanjutkan perjalananku, suasana yang makin sunyi menambah kesan horror di sini. Aku kemudian mengencangkan laju motorku agar cepat sampai namun kembali di kagetkan dengan sosok perempuan yang berdiri di bawah lampu sorot.
Awalnya takut dan heran, bagaimana mungkin seorang perempuan di tempat sepi dan gelap jam 12 malam. Tapi lelaki macam apa aku jika membiarkan perempuan itu sendiri(seandainya manusia) sedangkan aku lewat di depannya. Dan aku pun memilih menghampirinya.
"Malem malem kok sendirian di tempat gelap teh?", tanyaku.
"Iya a, aku di tinggal sama cowok aku", jawabnya.
" Wah parah banget ya, yaudah aku anterin yuk pulangnya kemana?"
"Ke Sadang Serang"
"Oh kebetulan dong, aku nongkrong di DU"
Kami pun jalan dan aku tidak kesepian lagi tentunya. Beruntung sekali hari ini, tagih tunai gope, tip besar, pulang di temani perempuan cantik dan dipeluk. Hiyaaaahhh
Selesai mengantarkan teteh nya, aku kembali ke tongkrongan. Terlihat temanku, Ilyas sedang menggerutu.
"Any*ng!, anyep banget ya malam ini", kesalnya.
Aku yang memang suka bercanda, mulai menggodanya.
" Yas, lu tau gak bedanya akun lu sama perasaan gue sekarang?"
"Apa sih lu, geje banget!"
"Dengerin. Kalau akun lu lagi sepi, perasaan gue lagi gacor. Hiyaaaaa"
"Any*ng. Garing lu!"