BAB 38

2515 Words

Libra memperhatikan Medeia. Perempuan itu memang tidak pernah menangis lagi di depannya. Tapi, Medeia bak mayat hidup di mata Libra. Perempuan itu sering termenung dan menatap keluar jendela. Terkadang Libra juga menemukannya tertidur di taman dengan memegangi perutnya dan pipinya yang basah. Kadang juga ia menemukan Medeia mengunjungi makam anak Mereka. Astaga Libra jenuh sekali melihat hal itu. Libra miris dan jenuh melihatnya. Ia seperti tidak mengenal Medeia lagi. Ia tidak pernah melihat sifat Medeia yang seperti itu. Kenapa perempuan itu masih menangisi anak yang bahkan tidak pernah dia temui padahal ini sudah sebulan lebih. Tubuh yang yang sempat berisi itu kembali kurus. Ia tak suka melihatnya. Disisi lain.. Ia masih tidak bisa menemukan Cedrick. Entah itu mayat atau potongan jari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD