Wanita dengan paras cantik itu membuka kaca mata hitamnya dan memandang ke bawah dari balik jendela pesawat. Membuat beberapa pasang mata pria melirik terpesona mengagumi wajahnya. Wanita itu bernama keysa andriani yang beberapa waktu ini banyak mengisi kolom berita online dan bintang tamu di beberapa acara televisi. Menyadari banyak mata yang mulai memperhatikannya , keysa mengenakan masker serta kacamatanya kembali dan dengan malas mengatur posisi duduknya senyaman mungkin sambil memejamkan mata. Waktu penerbangan yang lama membuat punggungnya seakan mati rasa. Dengan nekat ia menempuh perjalanan dan datang sendiri ke tempat yang belum pernah didatanginya sendiri untuk berlibur dan sekedar melepas kepenatannya sejak diburu wartawan yang selalu siap meliput segala aktivitasnya. Hal itu membuatnya lelah karena membuatnya harus selalu menampilkan sisi yang baik di depan kamera. Diliriknya jam tangannya yang menunjukan pukul 11 malam ,ketika terdengar pemberitahuan bahwa pesawat akan segera tiba di bandara tujuan. Pulau yang dalam imajinasinya akan datang membawa ketenangan baginya beberapa hari kedepan ditengah -tengah kesibukannya menjalankan bisnisnya. Keysa mengerutkan alis mencoba mengingat kapan terakhir kali ia berlibur sendiri seperti saat ini. Mungkin istilah yang tepat dalam situasinya sekarang adalah kabur, lari atau menghindar lebih tepat untuknya. Dan ini adalah yang kedua kalinya ia seolah melarikan diri dari situasi yang membuatnya seakan ingin menghilang.
Akhirnya ia sampai juga di Bali. Pulau dewata yang terkenal dengan kesan eksotisnya. Entah mengapa ia memilih mendatangi pulau Bali, dibandingkan memilih negara terdekat dengan indonesia, Seperti malaysia atau singapura yang sudah pernah ia datangi sebelumnya. Dalam hati keysa memuji diri sendiri karena mampu berbuat sesuatu yang spontan yang bahkan belum pernah ia pikirkan sebelumnya, misalnya saja seperti sekarang , saat ini dan detik ini ketika dirinya menyadari ia datang tanpa persiapan apapun termasuk tidak tahu kemana tujuannya selama 2 hari ini untuk menikmati masa “pelariannya” yang berharga ini.
Keysa mengingat – ingat nama tempat yang dulu pernah ia kunjungi dalam rangka urusan bisnis ke Bali 2 tahun lalu. Dan tentu saja ada Rosa, asisten pribadinya yang waktu itu mengurus segala hal dari A sampai Z jadi ia tidak perlu bingung akan menginap dimana, kendaraan, tempat makan dan sebagainya. Keysa mulai mencari-cari tempat menginap melalui salah satu aplikasi di ponselnya. Dan mulai meng klik kata booking di salah satu privat villa yang tampak Menarik baginya, kemudian bergegas menyetop taksi untuk menuju villa tempatnya menginap. Kali ini ia benar – benar merasakan menjadi wisatawan tanpa membawa laptopnya yang selalu mengingatkannya akan deadline naskah tulisan yang harus ia selesaikan.
Keysa tiba di daerah ubud, salah satu daerah wisata yang cukup terkenal di bali selain daerah Kuta yang ia ingat dulu merupakan daerah yang cukup ramai dengan wisatawan dalam maupun luar negeri. Melihat lokasi Dan jalanan yang ia lewati tadi, sepertinya daerah ubud tampak lebih lengang yang memberi kesan lebih tenang. Ia merasa tempat yang yang ia datangi akan cukup memberikan rasa nyaman disaat suasana hatinya sedang tidak bisa dikatakan baik.
Setelah selesai dengan urusan booking tempatnya menginap, keysa memutuskan untuk berjalan – jalan di pantai di daerah sanur. Keysa memasukkan benda – benda yang ia perlukan ke dalam dalam tas ransel dan segera memesan layanan taksi pada petugas resepsionis. Sekitar 60 menit kemudian, ia telah sampai di pantai sanur. Sore itu cuaca cukup panas, keysa mengenakan kacamata hitamnya dan mulai berjalan pelan sambil merasakan pasir yang terasa hangat dikakinya. Keysa menghabiskan waktu dengan menikmati kesendiriannya berjalan selama 2 jam hingga ia merasa lelah dan berbaring di atas pasir untuk sejenak sambil memejamkan mata. Tepat pukul 6 sore keysa memesan layanan taksi dan memutuskan kembali ke villanya. Saat itulah ia melihat seorang lelaki yang tampak tidak asing berjalan mendekat ke arahnya. Keysa mengerutkan kening dan berfikir keras untuk memastikan bahwa sosok lelaki yang berdiri beberapa centi dihadapannya adalah sosok reyhan.
“hai keysa” suara berat reyhan membuat keysa tersadar dari lamunannya. Ia meyakinkan diri sendiri bahwa pertemuannya dengan reyhan adalah sesuatu yang tak terduga dan akan segera berakhir dengan salam perpisahan sebentar lagi.
“hai reyhan. Suatu kebetulan kita bdrtemu disini. “
“menikmati liburan sendiri? “
“yah. Kalau begitu selamat menikmati. Liburanmu dan sempai jumpa” balas keysa dengan canggung. Bagaimanapun reyhan adalah orang terakhir yang ia harap untuk ia jumpai dalam masa pelariannya dari kenangan masa lalunya. Terlebih lagi hari ini dan saat ini ..
“kamu menginap dimana? “ tanya reyhan lagi dan dengan enggan keysa membalikkkan badan untuk menjawab pertanyaaan reyhan
“disalah satu villa di ubud”
“oohhhh... “
Hening sejenak dan keysa hendak membuka mulut untuk mengucapkan perpisahan kembali namun segera reyhan mendahului
“aku juga menginap di ubud. Ahh.. taksimu sudah datang. Bisakah aku menumpang mengingat tujuan kita sama?! “
Tanpa menunggu jawaban keysa, reyhan mendahuluinya untuk masuk ke dalam taksi.
Keysa mengikuti reyhan masuk. Ke dalam taksi dan menunjukkan sikap acuh pada pria itu. Keysa mengatakan alamat tujuannya pada sopir taksi kemudian mengambil earphone dari tasnya dan mendengarkan musik dengan volume yang cukup keras dari biasanya Jantungnya berdegup cepat dan meskipun matanya mengarah pada jendela mobil dengan sikap dinginnya namun keysa sangat menyadari mata reyhan yang sesekali menatap ke arahnya.
Mereka sampai vila tujuan keysa dan terkejut melihat reyhan yang juga turun mengukutinya. Namun ketika hendak memprotes, pria itu menjawab pertanyaan yang berputar dikepalnya
“ternyata tujuan kita sama. Entah kebetulan atau salah satu dari kita pasti menguntit satu sama lain hingga tempat menginap kita sama. “reyhan mengedipkan matanya ke arah keysa untuk menggodanya. Keysa hendak memprotes namun reyhan telah berjakan memunggunginya sambil melambaikan tangan.