Bab 3. Ketika Rasa Galau Datang

675 Words
kembali ke masa ini... Rosa mengetuk pintu kamar keysa memanggil namanya. Hening beberapa detik sebelum akhirnya pintu kamar dibuka. Rosa sudah terbiasa dengan segala tingkah keysa. Rosa sudah terbiasa dengan segala tingkah keysa. mereka telah bersama sejak keysa mengawal karirnya sebagai penulis melalui pertemuan tak disengaja dan kemudian merasa memiliki kecocokan satu sama lain hingga membuat rosa menjadi asisten sekaligus teman yang cukup mengenalnya. Setelah 4 tahun bekerja bersama, rosa telah banyak melihat semua sisi dari pribadi keysa yang terkadang tidak banyak orang lain bisa mengerti. Contohnya seperti sekarang, kondisi yang pastinya sulit dimengerti bahkan oleh dirinya Yang sudah terbiasa menghadapi tingkah drastis keysa. Namun begitu , sebagai penulis yang sedang naik daun dengan segala tenggat waktu dan tekanan deadline yang harus diselesaikan oleh keysa membuat rosa harus menunjukan toleransi yang tinggi terhadap sikap keysa. Rosa baru saja terlelap karena insomnianya ketika dini hari tadi keysa menghubunginya dan meminta agar rosa menyusulnya ke Bali pagi ini. Yang mana bahkan sehari sebelumnya ia tidak diberitahu bahwa keysa akan pergi ke bali. Dan tentu saja ia yakin bukan untuk urusan pekerjaan karena rosa sangat yakin segala agenda yang berkaitan dengan jadwal pekerjaan keysa pasti tercatat pada buku agendanya. Namun ia cukup mengenal pribadi keysa yang sangat tertutup untuk urusan pribadinya, meskipun dari luar keysa tampak cukup terbuka dan mudah akrab dengan siapapun. dengan langkah perlahan, Rosa memasuki kamar dan mendapati keysa duduk didepan laptopnya seolah mencurahkan perhatian penuh dan fokus untuk menulis. Namun rosa berani mempertaruhkan masa – masa kebersamaannya dengan keysa bahwa gadis itu ti-dak se-dang menuliskan apapun atau ia hanya berusaha untuk mengalihkan pikirannya dari sesuatu hal yang mengganggunya. Rosa mengernyitkan alis dan berfikir yang sebaiknya ia ucapkan dalam situasi seperti sekarang. Tiba – tiba keysa bangkit dari kursinya dan menutup laptonya dengan wajah frustasi. “kamu pasti masih mengantuk karena penerbangan dini hari. Disini ada caffee yang aku yakin melayani sarapan para penyewa vila. Kita bisa minum kopi sambil sarapan disana dan... Ahh aku tidak sanggup berfikir. Bisakah kamu hanya menemaniku..tanpa pertanyaan saat ini. ya?! Raut wajah keysa memelas dengan tangan menepuk keningnya, membuat rosa tersenyum dan meraih jaket keysa. “kamu tampak kacau key. Ayo Pakai jaket dan topimu atau kamu bisa saja dikenali seseorang dan diposting dalam keadaan kacau dipagi hari yang nantinya membuat kita kesulitan menanggapi komentar pedas di akunmu". *** Keysa langsung meraih cappucino yang baru saja disajikan oleh pramuniaga dan meminumnya dengan agak tergesa – gesa, kemudian mengumpat pelan begitu merasa lidahnya terbakar. Mengingat bahwa ini bukan merupakan kebiasaannya. Ia telah melewati masa sulit selama 5 tahun terakhir dan ia cukup bangga atas pengendalian dirinya terhadap setiap masalah yang berkaitan dengan masalah perasaan. Hal itu pula yang membuatnya selalu berhati – hati dalam bertindak meski dalam keadaan mabuk sekalipun ia selalu tahu kapan harus menarik diri untuk tidak terjerumus pada kenangan masa lalunya. Namun, untuk kali ini ia benar – benar mengutuki diri sendiri karena dengan gampangnya terpengaruh sehingga terbawa suasana hatinya terhadap reyhan. Ia berusaha mengingat – ingat kejadian semalam yang seolah – olah terkunci rapat dalam ingatannya. Ia ingat kemarin bertemu reyhan di pantai dan mereka menginap di tempat yang sama dan..tiba-tiba wajah keysa memucat ketika mengingatnya. Semalam ketika ia sedang minum – minum sendiri di kolam renang vila sambil memandangi kakinya yan menendang nendang air kolam, ia menyadari seseorang mndekat dan berdiri dibelakangnya. Keysa mungkin saja minum bir terlalu banyak sehingga ia menganggap sedang. Berhalusinasi dan memikirkan bahwa reyhan ada bersamanya. Dan...keysa hampir menjatuhkan cangkir capucinonya saat samar – samar ia mengingat bagaimana ia merangkul dan mencium reyhan.. “key!!! Kamu baik – baik aja?! Oh no, kamu pucat. Sebaiknya kamu kembali ke kamar ! “ Rosa membantu keysa berdiri namun keysa tampak memejamkan mata sejenak Dan kemudian meraih tangan rosa. “ rosa, aku bisa minta tolong sesuatu” Rosa mengangguk ragu karena mengkhawatirkan sikap keysa yang tidak seperti biasanya. Kemudian keysa mengatakan sesuatu dengan pelan seperti berbisik pada rosa. Membuat rosa menunjukkan pandangan bertanya – tanya akan apa yang diminta oleh keysa, namun akhirnya tanpa bertanya apapun ia segera melakukan yang diminta oleh atasannya itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD