“aku sedang sendirian di privat pool vilaku. kemarilah! “
Keysa menghela nafas panjang membaca pesan teks di ponselnya. Pesan yang singkat dan sangat jelas. Pikirnya. Setelah meninggalkan pesan dimeja yang ia tujukan bagi rosa yang tengah keluar untuk berbelanja, keysa segera menuju villa yang ditempati reyhan. Pintu itu tidak terkunci dan keysa segera menuju bagian belakang villa yang merupakan kolam renang pribadi karena masing – masing villa dengan kolam renang pribadi disini memiliki desain yang sama sehingga ia tau pastu letak kolam renang itu sama dengan villa yang ia tempati.
Kaysa mendapati reyhan tengah berenang sendiri dan menyadari perasaan ganjil yang ia tau pernah ia rasakan sewaktu dulu. Pipinya terasa panas dan ia memalingkan wajahnya seolah – olah tengah memperhatikan pemandangan sawah di sekitarnya . Tepat ketika itu, reyhan keluar dari kolam dan mendekat ke arahnya untuk memeluknya dengan tubuh yang basah dan membuat kaos yang keysa kenakan menjadi basah di bagian dadanya.
Keysa menatap reyhan dengan kesal namun pria itu membalasnya dengan senyum kemenangan yang jelas terlihat di. Wajah tampannya.
“jadi kamu memintaku datang karena ingin membuatku kesal? “
“bukan. Aku memintamu datang karena aku ingin melihat-mu!” reyhan sengaja menekankan kata terakhir sambil. Menatap ke arah bagian kaos putih tipis keysa yang basah sehingga menunjukkan lekukan payudaranya karena bagian kaos yang basah menempel pada bagian dadanya.
“kamu benar – benar berbeda dari yang dulu” ucap keysa sambil menatap langsung ke mata reyhan
“aku bertaruh kamu lebih menyukaiku yang sekarang daripada yang dulu”
“ada alasan yang membuatnya seperti itu? “
Reyhan mengambil handuk dan melilitkannya dipinggangnya namun tidak mengalihkan pandangannya dari keysa
“karena sekarang aku tahu kriteria priamu. Dan aku cukup memenuhi syarat”
“dan apakah itu? “ Keysa bertanya – tanya mengapa ia harus membicarakan topik ti-pe prianya saat ini, Namun enggan mengalihkan pembicaraan Karena akan membuat pria dihadapannya ini merasa menang.
“penuh gairah dan tidak menyukai hubungan jangka panjang”
Keysa tidak menyangka bahwa reyhan akan menjawabnya seperti itu. Ia hanya terdiam. Bahkan pria yang dulu pernah ia percaya hingga memberikan seluruh hatinya, saat ini tengah mengejek apa yang menjadi luka dihatinya.
Reyhan menyangka sikap diam keysa sebagai pembenaran atas kata – katanya kembali melanjutkan kata – kata sinisnya.
“kapanpun kamu ingin naik ranjangku selama kontrak kita aku akan dengan senang hati melayanimu keysa” senyum sinis kembali tersungging dari sudut bibirnya.
“kamu bisa menunggu sampai nafasmu berhenti. “
“kita akan buktikan itu nanti. “
Reyhan Mengangkat kedua tangannya dan memeberi isyarat bahwa ia menyerah untuk berdebat Kemudian meraih tangan keysa dan menuntunnya memasuki villa.
Sore itu begitu indah dan matahari terbenam yang tampak melalui piintu geser ruangan tamu menampilkan pemandangan yang begitu mempesona . Keysa berusaha melupakan dan tidak mengingat apa yang barusan reyhan katakan tentang dirinya. Ia berdiri dan mengelilingi ruangan dan melihat sosok reyhan yang sedang memasak sesuatu di pantry.
“kamu masak sesuatu? Ada yang bisa aku bantu? “
“ hmm aku lapar dan ingin kamu menemaniku makan malam. Itu tujuanku memintamu datang”
“oh..yah. jadi apa yang kmu masak? “
Keysa memperhatikan dengan penuh minat mengingatkannya pada gadis yang dulu selalu dengan antusias memuji masakannya denagn mata berbinar.
“sosis berbeque dan spagheti. Kamu suka?”
“hmmm. ...aku suka” keysa tersenyum dengan riang dan duduk di kursi pantry sambil memperhatikan masakan yang dibuat. Diam – diam reyhan melirik keysa dan merasa seolah mengalami dejavu.
Dengan cekatan reyhan menata makanan diatas meja dan memberikan garpu dan sendok kepada keysa. Ia memperhatikan dengan seksama ketika keysa tengah menikmati masakannya dengan lahap. Sama seperti dulu, setiap kali reyhan menyajikan msakan buatannya maka keysa akan selalu menunjukkan tatapan kagum dan memuji padanya. Membuatnya merasa senang akan respon yang ditunjukkan gadis itu.
“ kamu tampak sama seperti dulu dan tampak tidak berubah” reyhan tiba – tiba membuka pembicaraan dan membuat keysa melirik padanya.
“aku masih suka mencicipi makanan dan masih hobi berkeliling tempat makan yang enak”
“dengan airin? Atau seseorang yanng special? “ lanjut reyhan
“beberapa orang yang dekat denganku sekarang aku anggap special “ jawab keysa santai tanpa menghentikan makannya.
“bagaimana denganmu? “ keysa balik bertanya
“apanya? “reyhan melipat tangannya sambil menatap keysa yang tampak acuh tak acuh, yang anehnya membuatnya merasa kesal karena wanita dihadapannya tampak tidak terusik olehnya.
“siapa saja yang menikmati masakanmu? “
“hmm. ..sejauh ini hanya wanita yang dekat denganku..termasuk kamu sekarang “
Keysa meraih tissue dan mengelap bibirnya kemudian mmperlihatkan piring kosongnya kepada pria yang masih berdiri dengan tatapan tajam dihadapannya.
“aku yakin para wanita itu memberikan penilaian yang sama denganku. . Very delicious. “ keysa tersenyum sambil mengedipkan matanya pada reyhan.
Ponsel keysa berdering dan dengan segera keysa menjawab mendengarkan rosa yang sedang berbicara panjang lebar .
“terima kasih atas makanannya. Aku pamit dulu. “ tanpa basa basi keysa meninggalkan reyhan sesaat setelah mengakhiri panggilan rosa.
Dengan banyak tanda tanya dikepalanya, reyhan hanya mematung menatap pintu bahkan setelah beberapa menit berlalu setelah keysa menutup pintu itu. Reaksi keysa begitu tenang saat ia berusaha memancing rasa penasaran atau mungkin ia hanya berharap bahwa gadis itu masih memiliki sedikit perasaan untuknya.