Bab 5. Jealous?!

1008 Words
“ Kapan kamu pulang dari liburan????“ Suara diseberang telepon yang bernada ketus membuat keysa harus mengecilkan volume ponselnya. “lusa aku pulang. Aku dah kangen banget sama kamu. Mau nitip sesuatu gak? Pasti kucariin! “ Keysa menjawab dengan senyum bahagia di wajahnya. Meskipun terdengar suara ketus dari lawan biacaranya, namun ia tahu pasti bahwa airin juga merindukannya. Selain itu, ia tahu pasti kesalahannya karena tidak berpamitan kepada airin Sebelum pergi. Dan pastinya Airin akan menyambut kepulangannya dengan pertanyaan bertubi – tubi saat mereka bertemu lagi. Selama ini ia memang tidak pernah bisa merahasiakan sesuatu dari sahabatnya itu. Keysa mengumpat dalam hati sambil mendengarkan kata – kata airin yang menegaskan bahwa ia tidak akan mau melihat keysa lagi bila kejadian yang sama terulang lagi. “Rosa. Rrggggghhhhh pasti ulah pengadu itu. “batin keysa Akhirnya Setelah perdebatan panjang lebar dan rayuan manisnya, pembicaraan mereka akhirnya bisa diakhiri dengan damai. Keysa menghela nafas cukup keras dan baru menyadari kehadiran reyhan dibelakangnya. Secara perlahan reyhan mendekatinya dan memeluknya sambil mengecup pipinya, membuat pipinya merona. Melihat respon terkejut di wajah keysa membuat reyhan tersenyum puas. “Aku anggap sikap terkejutmu bukan sebagai penolakan” “oohh. ..”keysa tidak menemukan kata – kata yang tepat untuk menjawabnya sehingga ia berjalan kepantry dan menyeduh kopi untuk reyhan. Reyhan menerima cangkir kopi yang diberikan keysa. Namun alih – alih menyesapnya, ia hnya mencium aromanya selama beberapa saat. “kamu akan pulang lusa? “ tanya reyhan “ah aku lupa memberitahukannya. Sabtu malam aku Pulang dengan penerbangan pukul 11...” “ahh...3 hari lagi?!” jawab reyhan denagn pelan. “ya... “ Sejenak keysa tampak bingung sebelum melanjutkan untuk bertanya. “lalu... Bagaimana kita... Maksudku hubungan kita sepertinya tidak bisa. .. “ “kita tetap bisa berkencan meskipun kita kembali ke rutinitas masing – masing Selama 3 bulan. Kedepan sesuai dengan yang kita sepakati..kecuali kamu ingin hubungan kita dimasa lalu terekspos ke media. “ reyhan menjawab dengan senyum. Sinis. Keysa menatap reyhan denagan tatapan kesal. “aku yakin kamu juga akan terkena dampaknya jika melakukan itu!! “ Reyhan menyesap kopinya sambil melirik ke arah keysa yang menatapnya tajam. “aku tahu pasti bahwa karirmu saat ini dan kontrakmu dengan agensi yang akan menggunakan tulisanmu ke film layar lebar mengharuskanmu menghindari skandal!” Keysa hanya diam , menyadari kebenaran dari ancaman reyhan. Merasa terpojok Akan kata – kata reyhan, ia berusaha menahan air matanya dengan memalingkan pandangannya ke cangkir kopi di hadapannya. Reyhan menatapnya dan menyadari perubahan wajah gadis itu. “keysa.. “ reyhan meletakkan cangkirnya dan Merasa perlu menegaskan aturan pada hubungan mereka. “Hmmm ...kurasa aku perlu memperjelasnya lagi. Kalau selama kita bersama, aku tidak ingin ada pihak ketiga diantara kita! “ Tatapan tajam reyhan seakan menghipnotisnya ketika ia menatap pria itu. Membuat keysa tidak mampu berkata – kata. Akhirnya ia hanya dapat menjawab dengan menganggukkan kepala kemudian. Berdiri Hendak meninggalkan pantry ketika Dengan gerakan tiba – tiba reyhan bangun dari kursinya untuk. Menghampiri keysa dan menarik tangannya untuk menghadap ke arah pria itu. reyhan meraih wajahnya dan kemudian menciumnya dengan lembut. Jantung keysa berdegup kencang hingga ia merasa sesak. Sekilas kenangan tentang mereka telintas dibenaknya dan membuatnya merasakan Kerinduan menyesakkan di hatinya. Keysa mendorong d**a reyhan dan menundukkan wajahnya yang memanas, berharap pria dihadapannya tidak menyadari apa yang tengah ia rasakan saat ini. “lalu bagaimana denganmu?” keysa menatap reyhan menunggu jawaban pria itu dengan cemas. “aku?.. Bila Maksudmu hubunganku dengan wanita lain saat ini.. Kamu bisa tenang karena aku tidak sedang menjalin kedekatan dengan wanita lain saat ini” Keysa menghela nafas lega dan tatapan matanya melembut padanya dan entah mengapa hal itu membuat perasaan reyhan melambung sejenak. “bisakah kita mencoba untuk saling mempercayai?“ Reyhan mengernyitkan alisnya mendengar kata – kata keysa selanjutnya. Namun sebelum bertanya , keysa kembali melanjutkanya. “maksudku kita tidak punya alasan berbohong dalam hubungan ini jadi tidak perlu menutupi hal Apapun. “ “bisakah kata – kata keysa barusan berarti bahwa ia juga menegaskan tidak sedang mejalin hubungan dengan pria lain?! . “ Reyhan mempertimbangkan sejenak Kata – kata keysa. “aku setuju. Jadi sebagai permulaan aku ingin memberitahumu kalau aku termasuk pria yang posesif dan selalu menuntut untuk dipriotitaskan. Anggap saja aku tidak ingin menutupinya darimu. ” “Aku tidak keberatan dengan itu” keysa hendak menjawab senormal mungkin namun suaranya justru terdengar bergetar. “aku satu – satunya?? “ Reyhan Kembali bertanya. “satu – satunya??” keysa tampak bingung “maksudku pria yang kamu kencani saat ini?!” “ya. ..hanya kamu . Setidaknya untuk saat ini! ” kali ini keysa menjawab dengan ringan namun cukup jelas ditelinga ptia itu. Reyhan menatapnya kemudian meraih tangan keysa untuk mengecupnya ringan, membuat keysa merona dan terkejut. Selama beberapa hari ini sikap reyhan seringkali membuatnya terkejut. Reyhan yang sekarang agak berbeda dengan yang dulu ia kenal, meskipun hatinya masih merasakan kehangatan yang sama setiap kali Mereka bersama. Dan itu satu – satunya hal yang membuatnya merasa nyaman sekaligus kecewa karena mengingat ini hanya hubungan singKat. Keysa buru – buru menepis pikirannya yang semakin tak terkendali. “sisi agresifku mungkin membuatmu terkejut tapi kamu harus membiasakannya. Ok?! “ reyhan mengedipkan mata dan mengandeng tangan keysa keluar ruangan “bagaimana kalau kita membeli. Sesuatu untuk sarapan yang sangat terlambat?!” keysa melirik jam tangannya. “tentu. ..oh ya tadi siapa yang menelpon? “ reyhan bertanya tiba – tiba” “airin. Kenapa? “ “tidak apa – apa, hanya ingin bertanya” reyhan tersenyum. entah apa perasaan yang menjalari hatinya, yang pasti ia merasa senang mendengar bahwa Airinlah yang tadi sempat membuat ia merasa terusik karena tadinya mengira pria lain yang berbicara dengan keysa ditelepon. seketika itu pula perasaan lega yang tiba – tiba ia rasakan membuatnya tak berhenti menyunggingkan senyum. keysa menyadari senyum di wajah reyhan meskipun samar dan saat mata mereka bertemu beberapa detik membuat keysa merasa panas di wajahnya. keysa menundukkan wajah sambil berusaha menenangkan degup jantungnya yang semakin kencang. Setelah beberapa waktu ia kembali menatap pria itu dan memulai percakapan ringan agar tidak terjebak ke dalam suasana yang intim.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD