Hai, all. Aku cuma mau bilang, kalau cerita Arian ini konfliknya ringan banget. Nggak kayak yang gimana-gimana gitu. Jadi, plis, nggak usah berharap banyak sama ceritanya haha. Ini aku jujur loh, tapi kalau kalian mau tetap baca nggak apa-apa. Toh, ini juga udah bab terakhir kan ya wkwkwkwk Selamat membaca dan jangan lupa komentarnya, ya. Makasih ☺️ **** Tsabina kesal setengah mati. Gimana bisa Arian nggak menghubunginya sama sekali kemarin malam? Padahal, dia sudah mengaktifkan ponselnya sejak subuh, harap-harap kalau akan ada pesan masuk dari Arian. Tapi, ditunggu sampai lumutan juga nggak ada tuh pesannya! Jangan-jangan, benar lagi, kalau perempuan kemarin itu memang hamil anaknya Arian? Tapi, kenapa rasanya Tsabina tidak percaya, ya. Di lubuk hatinya yang paling dalam, dia yakin ba

