Last chapter

1546 Words

Arian masuk ke Starbucks dan tanpa sengaja menabrak seseorang saat ia melewati pintu masuk. Seorang pemuda berambut cokelat dengan wajah yang amat familier. Arian dan pemuda itu saling berpandangan, sama-sama menatap dengan tatapan mengingat-ingat. Ini bukannya? "Bang Arian?" "Danil, ya?" Keduanya lalu tertawa dan saling berjabat tangan. "Apa kabar, Bang?" "Baik. Kamu ngapain di London? Kuliah?" tanya Arian sambil mengamati penampilan Danilo yang tampak jauh berbeda dari dua tahun yang lalu. Dulunya wajah itu tampak seperti anak remaja tipikal cowok cogan favorit sekolah. Tapi, sekarang wajahnya terlihat lebih dewasa dengan kumis halus dan tubuh yang berisi. "Hmmm, ya, aku lanjut kuliah di sini. Bang Arian tinggal di sini, kan?" Danilo masih ingat waktu itu Arian pernah bilang kala

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD