29. Pelukan manis

1335 Words

Alina yang masih sibuk dengan lamunannya tidak menyadari jika Dhama sudah keluar dari kamar Bi Marni, melihat keberadaan Alina di depan kamar itu Dhama agak sedikit terkejut terlebih lagi pikiran Alina sepertinya sedang menerawang entah kemana. Dhama perlahan-lahan mendekati Alina, lalu mengusap bahu Alina pelan. "Lin? Kamu kenapa diam sendirian di sini?" Tanya Dhama pelan sambil tersenyum ramah. Alina yang kaget melihat keberadaan Dhama yang entah sejak kapan berada di depannya, terhenyak lalu mundur satu langkah karena refleks dan kaget. "Dhama! Kamu kapan ada di sini?" Alina gugup sehingga dia malah bertanya balik kepada Dhama. Mendengar pertanyaan Alina, Dhama tersenyum lalu mengusap pipi Alina pelan. "Baru aja kok Lin, kamu lagi apa sendirian di sini?" Jawab Dhama sambil mengulang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD