Selama jam pelajaran berlangsung, Alina terlihat sangat gelisah. Dia seperti tidak nyaman dengan keadaan dan juga tidak tau harus berbuat apa, tentu saja hal itu langsung di sadari oleh Dhama yang memang duduk tepat di sebelah Alina. "Kenapa Lin? Kok kamu nggak tenang duduknya? Ada yang mengganggu pikiran kamu?" Tanya Dhama khawatir pada Alina yang gelisah. Alina menggelengkan kepalanya, dia melihat mata Dhama sendu seperti sedang kebingungan ingin mengatakannya kepada Dhama atau tidak. Lalu tanpa aba-aba Dhama menggenggam tangan Alina dengan erat, di tambah lagi senyuman merekah indah di wajah tampan Dhama. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Dhama tentu saja membuat hati Alina meluluh, semua kegelisahannya tadi seakan menguap seketika. "Aku udah pernah bilang kan Lin, I will always b

