21. Depresi?!

1585 Words

Menangis hingga berjam-jam tidak membuat air mata Alina berhenti mengalir, rasa sakit yang dia terima kali ini membuatnya tidak mampu lagi untuk mengendalikan dirinya sendiri. Alina duduk dan mendekap bantal di perutnya semakin erat, dia termenung menatap kosong ke arah langit-langit di kamarnya. *Apakah aku sungguh tidak berharga? Sebegitu besar kah rasa bencinya terhadap diriku? Hingga Ibu kandung ku sendiri tidak menganggap kehadiran ku, dan baginya aku hanya lah sebuah kesialan dalam hidupnya.* Tanya Alina dalam hatinya, dia begitu terluka dan menganggap dirinya adalah penghalang kebahagiaan semua orang yang ada di sekitarnya. Alina lalu berdiri dan menghampiri kaca besar yang berada di lemari pakaian di kamarnya, dia memegang wajahnya yang terpantul di kaca tersebut dengan tatapan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD