part 16

1030 Words

Sejak kejadian di kantin tadi sampai sekarang pulang dari kampus menuju ke rumah, wajah Dhama terlihat sangat masam. Tapi dia tidak menyalahkan Alina karena mungkin Alina memang tidak mengerti maksud dari perkataan Gavin, hanya saja perasaan cemburu Dhama tetap tidak bisa dia sembunyikan. "Kamu kenapa sih Dham, dari tadi muka nya jutek terus. Aku ada salah lagi ya?" Tanya Alina melihat ekspresi wajah Dhama yang sedang senggol bacok seperti nya. Dhama menggeleng pelan, "Aku ngga apa-apa." Ucapnya sambil terus melajukan motor nya menuju rumah. Aura kemarahan jelas sekali terasa dari sikap dan cara Dhama berbicara, namun Alina tidak terlalu menganggap nya karena dia tidak ingin memperpanjang masalah. Akhirnya Dhama dan Alina sampai ke rumah, mereka berdua turun dan masuk ke rumah. Hari su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD