55

1522 Words

Gaesha termenung. Sedikit kebingungan karena dalam satu hari sudah banyak hal yang terjadi. Mungkin dia juga sedikit shock karena baru pertama kali melihat Wira yang menjadi semarah itu. Padahal sewajarnya Gaesha lah yang harusnya lebih marah dari siapapun karena dia yang difitnah, dirinya yang dituduh menjadi pelakor dalam hubungan Wira dan juga tunangannya. Setidaknya, bukankah seharusnya Wira meminta maaf atas apa yang sudah dilakukan oleh tunangannya? Bukan berarti Gaesha mengharapkan permintaan maaf dari pria itu atau juga tunangannya, hanya saja reaksi yang ditunjukkan oleh Wira bukankah terlihat sedikit berlebihan dari yang seharusnya? "Hai! Kok makan sendirian?" Gaesha tersentak. Dia bahkan melupakan fakta bahwa dirinya sedang makan di kantin kantor seorang diri sekarang. Mend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD