Bintang bahkan langsung bangun begitu mendengar teriakan keras dari Gaesha. Padahal sesaat lalu, saat dia mengintip ke arah wanita itu, Gaesha masih baik-baik saja dan hanya berjalan ke arah pantri. Namun sekarang gadis itu sudah berlutut di lantai dengan kaki yang memerah tersiram kopi panas. "Kok bisa sih, Ge?" tanya Bintang tidak habis pikir. Dia mengambil alih es batu yang sedang dipegang oleh Gaesha dan membantu gadis itu membalurkan di area yang luka. "Perih," keluh Gaesha. Gadis itu sudah hampir menangis. Wajar saja, karena luka bakarnya tidak sedikit dan lagi kopi yang tumpah juga suhunya masih sangat panas. "Ada apa ini?" Semua orang yang mengerubungi Gaesha, langsung mendongak dan menepi saat mendengar suara Wira. Pria itu ikut menunduk, melihat ke arah Gaesha yang kini

