Sejak pukul lima pagi, Flora sudah dibangunkan dan dipaksa mandi oleh Farah. Mengingat hari ini adalah jadwal foto prewedding nya, Flora akan sangat sibuk sampai malam nanti. Tetapi Flora tidak mengeluh. Dia justru senang dapat bertemu Gera lagi setelah beberapa hari lamanya.
Namun akhir-akhir ini Flora tidak tenang. Fakta bahwa Gera memiliki kekasih di Aussie, membuat mood Flora naik-turun. Bella memang cantik, seksi pula. Rambutnya pirang dan pastinya sudah dewasa. Mukanya tua soalnya.
Jika Flora bandingkan dengan dirinya, jujur... dia akan lebih cantik jika sudah berusia seperti Bella nanti. Apakah Bella umur 24? 25? Huh, lihat saja nanti saat Flora umur 25. Bella terpental jauh.
"Flora, kamu ikut Gera saja ya ke sananya? Dia udah di teras tuh sama papa," ucap Farah saat melihat Flora menuruni tangga.
"Gera jemput aku?!" pekik Flora senang luar biasa.
"Iya, udah sana jalan cepat. Ini Mama akan nyusul habis kutek Mama kering."
"Oke!"
Flora berlari girang menuju teras rumahnya. Benar kata Farah, Gera telah menunggunya bersama Paul di depan. Duh, pagi-pagi begini matanya sudah terbuai melihat Gera yang begitu tampan mengenakan pakaian lengan panjang warna hitam yang ditarik sampai siku. Hitam memang juara.
"Hai calon suami!" sapa Flora melambaikan tangannya girang. Sementara Gera hanya tersenyum tipis yang dia paksakan. Jika tidak ada Paul, sudah pasti Gera abaikan.
"Nah, sudah kalian pergi duluan saja ke lokasi. Nanti Papa nyusul, ini mama lama banget ya? Kok kutekan dari subuh gak selesai-selesai?" Paul menggeleng melihat ke arah jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.
"Pa, aku duluan ya. Byebye!"
"Om, saya pergi dulu."
"Iya-iya, hati-hati ya!"
Flora merangkul lengan Gera mesra tanpa peduli tatapan tajam Gera. Flora yakin Gera tidak akan melepaskannya. Paul masih di teras dan pasti menatap ke arahnya yang sedang berjalan keluar gerbang. Mana berani Gera menepis tangannya kasar? Mau dicekek atau apa?
"Lepas, masuk sana."
"Gak mau bukain pintu? Papa masih liat loh," ucap Flora memanjakan nadanya. Gera menghela nafasnya kasar lalu membukakan pintu mobil pada Flora dnegan berat hati. "Terima kasih calon suami!"
Dari kejauhan, Paul mendecak kagum atas perilaku Gera. "Anak itu memang bisa dipercaya."
º~º
"Gimana hubungan lo sama Bella itu? Putus, kan?"
Flora membuka topik yang sudah dia ingin tanyakan sejak kemarin. Jika saja Gera memberikan nomor telelonnya hari itu, Flora akan meneleponnya untuk meminta penjelasan. Sayangnya Gera tetap merahasiakan nomor teleponnya.
"Nggak."
"Nggak putus?! Kok bisa?"
"Bisalah, gue cinta sama dia."
"Oh, jadi mau punya selingkuhan sebelum nikah? Dosa loh!"
"Heh, ini tuh harusnya gue yang selingkuh dari Bella! Orang kita udah pacaran 2 tahun!"
"Tapi kan lo lebih dulu kenal sama gue! Jangan pura-pura lupa ya!"
Gera mendecak jengkel. Flroa selalu saja membuat darahnya mendidih setiap kali membuka suatu topik. Padahal sepele, tetapi kenapa percakapan mereka selalu terlihat seperti perdebatan emak-emak yang bermusuhan? Sengit.
"Gue beneran lupa."
"Yakin? Lupa atau malu mengakui?" goda Flora memgedipkan sebelah matanya ke arah Gera yang mendecih kesal. "Gue tau banyak loh tentang kita dulu."
"Jangan pake kata 'kita', aneh dengernya."
"Kita. Kita. Kita. Kita. Kita. Kita. Kit-"
"Diem gak!" Walaupun Gera menggertaknya, Flora justru tertawa lepas melihatnya. Lama-lama Gera ingin memutar arah menuju rumah sakit jiwa saja.
"Iya deh, lagian lucu sih."
Flora meredakan tawanya. Menggoda Gera yang jutek itu selalu menyenangkan. Flora menjadi bertanya-tanya, apa dulu dia juga suka menggoda Gera? Jika iya, Flora akan menyarankan para gadis untuk terus menggoda pria yang mereka sukai. Siapa tahu akan berakhir suami-istri sepertinya.
"Oh iya, nanti lo mau pose apa aja nih? Gue udah banyak ide loh!"
Gera menarik nafasnya sekilas. Perasaannya jadi tidak enak. Foto prewedding pasti mesra-mesra. Jika ide-ide Flora benar terjadi, Gera yakin foto mereka akan banyak sensornya.
"Bebas."
"Bener ya? Gue liat banyak pasangan cium-"
"Gak ada ciuman!"
"Ih! Foto prewed tanpa ciuman itu bagaikan nikah tanpa pasangan! Aneh, kan?!"
"Ya udah, nikah tanpa pasangan aja."
"Enak aja! Pokoknya ada ciuman! Titik!"
"Jangan aneh-aneh deh."
"Aneh-aneh sama calon suami sendiri kan gak apa-apa."
"Kalo calon suaminya itu pacar lo ya gak apa-apa."
"Ya udah ayo pacaran! Latihan biar kita mesra nanti pas nikah!"
Gera mematikan mesin mobilnya usai parkir di depan studio foto mereka. Matanya menatap tajam ke arah Flora sembari melepas sabuk pengamannya.
"Turun, udah sampe."
"Ih! Kita pacaran gak jadinya?" desak Flora yang sayangnya dijawab bantingan pintu mobil yang tertutup. "Diam artinya setuju gak ya?"
º~º
"Wah kalian sudah datang! Ayo ganti baju sekalian make up yuk!"
Tera yang ditunjuk sebagai WO dari pasangan itu sudah sampai sejak tadi. Flora dan Gera segera digiring untuk mengganti pakaian pernikahan nanti. Para make up artist sudah menjalankan tugasnya untuk merias sepangan pengantin agar terlihat memukau.
Flora yang duduk di sebelah Gera saat dirias, mencuri-curi pandangan ke arah Gera yang serius menatap dirinya sendiri di cermin. Memperhatikan penata rambut yang tengah merias rambutnya itu. Seketika pandangan Flora teralih ke ponsel Gera yang menganggur di atas meja.
Ambil gak ya? Ambil? Nggak? Ambil? Ngg- ambil!
"Eh! Mau ngapain?" Gera terkejut saat ponselnya sudah dirampas oleh Flora. Tangannya berusaha meraih kembali. Namun karena tubuhnya harus tegap, sulit baginya mencapai Flora yang sengaja menjauh ponselnya.
"Flora, balikin gak?" ancam Gera masih berusaha menahan amarahnya.
Mengingat ada tantenya dan keluarga mereka yang sudah sampai di lokasi. Gera mengurungkan niatnya untuk membentak Flora. Padahal para keluarga tidak perlu datang menemani mereka. Namun karena Flora masih berumur 17 tahun, mereka setuju untuk mengawasi photoshoot kali ini.
"Bentar ya calon suami, mau foto dulu."
Flora mengulurkan tangannya panjang untuk memotrer dirinya sendiri yang tengah sibuk dengan sang penatas rambut. Beruntung sedikit demi sedikit rambutnya sudah tertata rapih. Sehingga tidak begitu memalukan untuk memotret dirinya.
Flora tersenyum puas melihat beberapa potret dirinya yang berbagai pose di ponsel Gera.
"Sayang, ayo foto bareng," ucap Flora sedikit meninggikan nadanya. Pasti seluruh orang di ruangan tersebut mendengarnya. Termasuk orang tua mereka.
Tanpa dapat mengelak, Gera memasang ekspresi datar saat Flora memotret wajah mereka berdua. Gera yakin galerinya akan penuh dengan foto mereka sekarang.
"Oke! Bagus!"
"Balikin sekarang."
"Bentar dong calon suami."
Kini Flora beralih membuka aplikasi i********:. Langkah pertama yaitu memfollow akunnya sendiri dari akun Gera. Kedua, post foto dirinya dan Gera di akun Gera. Tidak peduli jika Bella dan semua teman Gera melihatnya. Justru mereka harus tahu hal ini. Jadi Bella sadar diri.
"Nih, udah selesai."
Flora kembali menaruh ponsel Gera di tempat sebelumnya. Tentu saja Gera segera memeriksa apa yang telah gadis itu lakukan pada ponselnya selain memotret diri mereka. Namun melihat banyaknya notifikasi dari i********:, Gera segera tahu tanpa perlu memeriksanya.
geraarmanto
357 disukai
Cantiknya calon istriku. Semoga lancar sampai hari-H ya, sayang.
romy_roy Gue pasti dateng! Btw, Flora cantik banget.
floraprasaja @romy_roy Maksudnya biasanya jelek? See you later abang!
bellaaa SAYANG! JELASIN SEKARANG!
bellaaa KENAPA KALIAN BISA BARENGAN?!
bellaaa BALES AKU SEKARANG! ATAU AKU MARAH?!
rilen12 Ya ampun Gera udah mau married sayang @justintin
justintin Lo mau married?! Itu siapa?
floraprasaja @bellaaa Belatung diem deh.
geraarmanto @bellaaa Iya sayang nanti aku jelasin.
geraarmanto @floraprasaja Jangan kasar gitu.
"Puas lo?!" desis Gera tidak dapat besar-besar.
"Puas dong calon suami!"