“Umpan dan Ratu”

1377 Words

Di Rumah Sakit Adhikara, Damar baru saja keluar dari ruang operasi. Ia sedang mencuci tangan saat ponsel pribadinya bergetar hebat. Sebuah nomor tak dikenal muncul di layar. "Ya, halo?" suara Damar terdengar tenang namun tegas. "Dokter Damar... suaramu terdengar sangat segar untuk seseorang yang baru saja kehilangan permata hatinya," suara parau di seberang sana tertawa dingin. Damar membeku. Seluruh aliran darahnya seolah berhenti. "Siapa ini? Apa maksudmu?" "Tanya pada orang di rumahmu, di mana si kecil Zulfa berada sekarang. Dia ada bersamaku, Dokter. Dia sedang menangis memanggil papanya. Sangat menyedihkan." "HANS!" geram Damar. Matanya memerah, urat-urat di lehernya menonjol. "Kalau kau menyentuh seujung kuku pun dari putriku, aku bersumpah akan mencincangmu!" "Tenanglah, Dokte

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD