Di ujung tanduk nyawa

1441 Words

Raungan mesin SUV hitam itu memecah kesunyian jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta. Damar mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih. Di sampingnya, radio panggil terus berderit, menyuarakan koordinasi cepat dari Davendra yang berada di mobil komando di belakangnya. "Mas! Unit kami mendeteksi ambulans itu sudah berganti menjadi mobil MPV hitam di area parkir kargo! Hans tidak lewat terminal umum. Dia menuju terminal jet pribadi di area apron selatan!" suara Davendra terdengar di tengah deru angin. "Jam berapa jadwal terbangnya, Daven?!" geram Damar. Ia menyalip sebuah truk besar dengan manuver yang sangat berisiko. "Sepuluh menit lagi, Mas! Hans sudah menyiapkan flight plan palsu ke Singapura. Kalau mereka sampai lepas landas, kita kehilangan yurisdiksi!" Damar tidak menja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD