Ratuku, Pulang tanpa syarat

1443 Words

Kamar itu hanya diterangi cahaya remang dari lampu tidur di sudut ruangan, menciptakan bayangan siluet yang indah saat Damar membaringkan Ziva di atas kasur king size yang empuk. Wangi rambut Ziva yang baru saja dikeringkan memabukkan indra penciuman Damar, memicu adrenalin yang selama dua tahun ini membeku. Damar mengunci tatapan Ziva, tangannya yang besar merayap perlahan dari pinggang menuju tengkuk istrinya. Tanpa sepatah kata pun, Damar menunduk, mendaratkan bibirnya di atas bibir Ziva. Awalnya sebuah kecupan lembut yang penuh rasa syukur, namun dalam sekejap berubah menjadi tuntutan yang dalam dan menuntut balas. "Mas... ahh," Ziva mendesah lirih saat lidah Damar mulai mengeksplorasi rongga mulutnya dengan d******i yang posesif. Dua tahun hidup dalam kesendirian dan ketakutan di d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD