Kembalinya Ziva kepelukan damar

1788 Words

Vino cuma angkat bahu santai, nggak ngerasa bersalah sedikit pun. "Panggil gue gila atau apa pun terserah lo. Tapi yang pasti, besok-besok nama belakang lo bakal ganti jadi nama keluarga gue. See you later, calon istri." Vino jalan keluar kamar dengan gaya santainya, ninggalin Ziva yang nangis sesenggukan di atas kasur mewah itu. Suara pintu yang dikunci dari luar kedengeran horor banget di telinga Ziva. Ziva meluk bantalnya erat-erat, air matanya nggak berhenti ngalir. Perutnya masih terasa nyeri bekas operasi, tapi hatinya jauh lebih sakit. Dia natap ke arah jendela besar yang tertutup rapat. "Mas Damar, kamu di mana? Aku tau kamu nggak bakal nyerah. Tolong aku, Mas... Jemput aku sama anak kita sebelum si gila ini beneran ngerusak semuanya," doa Ziva dalam hati, berharap ada keajaiban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD