Jejak yang tersiksa

1366 Words

Tubuh mereka masih berselimut keringat dan napas yang belum sepenuhnya stabil. Damar, dengan sisa tenaga yang ada, mengecup kening Ziva yang bersandar lemas di dadanya. Tanpa banyak bicara, ia kembali membopong tubuh mungil istrinya itu menuju kamar mandi utama yang luas. Damar menyalakan keran, membiarkan bathtub besar itu terisi air hangat dengan aroma essential oil yang menenangkan. Keduanya perlahan masuk ke dalam air yang merendam seluruh tubuh mereka. Ziva memejamkan mata, merasakan otot-ototnya yang tegang perlahan mulai rileks terkena sentuhan air hangat. Damar duduk di belakang Ziva, menarik tubuh gadis itu agar bersandar di d**a bidangnya. Jemari tangan Damar yang kokoh mulai memberikan pijatan lembut di bahu Ziva yang terasa kaku. "Nyaman, sayang?" bisik Damar tepat di teli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD