Retak di Balik Kontrak: Ketika Cinta Menjadi Medan Perang

1466 Words

Di ruang ujian praktek, Ziva berusaha keras memegang pensil drawing-nya dengan stabil. Kepalanya terasa berdenyut, dan setiap kali ia harus sedikit bergeser di kursi kayu yang keras itu, rasa perih di bawah sana kembali menyentak kesadarannya. Ia menggigit bibir bawahnya, mencoba fokus pada kertas sketsa di depannya, namun bayangan wajah kecewa Alvian terus menghantuinya. "Ziva, kamu oke? Muka kamu pucat banget," bisik Nessa yang duduk di meja sebelah. "Gue oke, Nes. Cuma kurang tidur aja," jawab Ziva singkat sambil mencoba tersenyum, meski peluh dingin mulai membasahi pelipisnya. DI RUMAH SAKIT ADHIKARA Sementara itu, Damar baru saja keluar dari ruang operasi setelah berjuang selama tiga jam menyelamatkan pasien kecelakaan. Ia sedang melepas masker dan surgical cap-nya saat ponsel di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD