Jakarta kembali ke ritme yang gila, begitu pula dengan kehidupan di dalam rumah minimalis Daffa. Sejak pulang dari Yogyakarta, tembok di antara mereka tidak lantas runtuh, namun ada sesuatu yang berbeda. Ada sebuah pola yang mulai terbentuk—sebuah rutinitas yang, tanpa Daffa sadari, mulai ia nantikan. Pagi itu, pukul 05.30 WIB, Daffa keluar dari kamar dengan rambut yang masih basah. Seperti biasa, ia bersiap untuk berangkat ke RS Adhikara lebih awal karena ada jadwal visitasi pasien intensif. Namun, langkahnya terhenti saat melewati meja makan. Di sana, sebuah tas bekal berwarna abu-abu gelap dengan desain maskulin sudah tertata rapi. Di sampingnya, terdapat satu botol air mineral dan sebuah wadah kecil berisi suplemen vitamin. Tidak ada nota manis, tidak ada kata-kata puitis. Hanya pe

