Saat daffa merasa cemburu

1490 Words

Suasana Makan Malam yang Berbeda Ruang makan malam itu sebenarnya tidak berbeda dari malam-malam sebelumnya. Lampu gantung kristal minimalis memancarkan cahaya kekuningan yang elegan, membasuh piring-piring porselen berisi masakan rumah yang menggugah selera. Namun, atmosfer di dalamnya jauh dari kata hangat. Suasana begitu sunyi, hanya ada denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring—suara yang biasanya melambangkan ketenangan, namun kini terasa seperti lonceng peringatan. Daffa makan dengan gerakan mekanis. Pikirannya masih dipenuhi oleh kasus pasien di rumah sakit, namun matanya sesekali melirik Hafsah yang duduk di hadapannya. Istrinya itu tampak lebih bersinar malam ini, meski hanya mengenakan gamis rumahan berwarna hijau botol yang sederhana. Tiba-tiba, keheningan itu pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD