Antara Lapar dan Cemburu

1375 Words

Meja Kantin – Geng Ziva Ziva kembali ke meja. Nessa langsung berdiri. “Siapa?” tanya Nessa curiga. Ziva memaksa senyum. “Eh… gue izin bentar ya. Harus ke rumah sakit.” Keira berhenti makan. “Lah? Kenapa?” “Adik gue kenapa-kenapa,” jawab Ziva cepat. “Gue mesti nyamperin.” Nessa menatapnya lama, lalu mengangguk. “Oke. Yang penting aman.” Rasya nyengir tipis. “Nyetir pelan. Jangan ngebut.” Dito mengacungkan jempol. “Kalau butuh apa-apa, kabarin.” Nessa mendekat, menepuk bahu Ziva. “Stay strong ya, Ziv.” Ziva mengangguk. “Makasih, guys.” Ia berbalik, melangkah cepat meninggalkan kantin. Nessa masih menatap punggung Ziva sampai hilang dari pandangan. “Fix,” gumamnya pelan. “Ada yang disembunyiin.” Mobil mewah Damar sudah terparkir di depan lobi kampus. Ziva yang emosinya m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD