"Pelan-pelan makanannya, nggak bakal ada yang minta, Ziva," kata Damar sambil ngambil tisu dan condong ke depan buat ngelap sudut bibir Ziva yang kena saus. Ziva kaget, dia langsung mematung pas tangan Damar nyentuh wajahnya. "Apaan sih, Mas! Bisa sendiri!" "Diem bentar. Belepotan tuh kayak anak kecil," ucap Damar dengan suara rendah yang tiba-tiba jadi seksi. Tatapannya dalam banget, bikin Ziva mendadak salting dan hampir tersedak daging steak-nya. "Jangan liatin gue kayak gitu deh! Serem!" ketus Ziva sambil berusaha nutupin mukanya yang mulai merah padam. Damar melirik jam tangannya, lalu menatap Ziva yang masih sibuk mengelap tangannya dengan tisu. "Masih ada kelas nggak lo?" tanya Damar singkat, suaranya kembali ke nada datar andalannya. Ziva mengecek ponselnya sebentar. "Hmm, mas

