Dibuang Demi Cinta yang Tak Bisa Dibeli

1547 Words

Pagi itu, Damar tidak lagi mengenakan kemeja custom-made seharga puluhan juta. Ia hanya mengenakan kemeja putih sederhana dan celana kain hitam, namun karisma dan wibawanya tidak berkurang sedikit pun. Benar kata orang, berlian akan tetap bersinar meski diletakkan di tempat paling rendah sekalipun. Damar mendatangi Rumah Sakit Sehati, sebuah rumah sakit swasta yang dikelola oleh Dokter Andre, sahabat lamanya sejak masa koas. Tanpa rasa gengsi, Damar melamar sebagai dokter spesialis bedah. "Lo serius, Dam? Ayah lo bakal ngamuk kalau tau gue nampung lo di sini," ujar Andre sambil menatap berkas di depannya dengan tak percaya. Damar tersenyum tipis. "Gue butuh pekerjaan, Ndre. Bukan jabatan. Gue mau mengabdi sebagai dokter, titik." Andre tidak berpikir dua kali. Ia tahu betul reputasi Dam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD