Pagi buta di pinggiran Jombang, kabut tipis masih menyelimuti hamparan sawah. Pak Darman, seorang petani tua yang hendak pergi ke sawahnya, terhenti saat melihat sesosok tubuh meringkuk di bawah pohon beringin besar. "Ndhuk... Ndhuk, bangun," panggil Pak Darman cemas. Ziva membuka matanya dengan susah payah. Tubuhnya menggigil hebat karena embun pagi. Ia menatap pria tua di depannya dengan ketakutan. "S-saya di mana, Pak?" "Kamu di Jombang, Ndhuk. Ayo, ikut Bapak dulu ke rumah. Kamu pucat sekali," ucap Pak Darman iba. Ia membantu Ziva berdiri dan membawanya ke gubuk sederhananya yang tak jauh dari sana. Istri Pak Darman langsung menyelimuti Ziva dengan kain jarik dan memberinya segelas teh hangat. Di sana, Ziva hanya bisa menangis diam, menyadari bahwa ia terpisah ratusan kilometer dari

