Jaksa Penuntut Umum (JPU) tampil agresif. Mereka menunjukkan bukti sidik jari dan rekaman CCTV yang tampak sangat menyudutkan. "Terdakwa adalah seorang pria yang terobsesi menutupi masa lalunya, hingga ia tega menghabisi wanita yang bisa merusak reputasi pernikahannya!" seru Jaksa. Saat giliran pembelaan, Fabian berdiri dengan wibawa yang luar biasa. Ia tidak langsung menunjukkan ponsel itu. Ia mulai dengan memanggil Alvian sebagai saksi ahli medis. "Dokter Alvian, sebagai spesialis, jelaskan pada majelis hakim tentang lebam di leher korban," pinta Fabian. Alvian berdiri, menjelaskan dengan detail anatomis bagaimana sudut cekikan tersebut mustahil dilakukan oleh pria setinggi Damar, apalagi pria yang tidak kidal. Ruang sidang mulai berbisik riuh. Jaksa mencoba menyanggah, namun Fabian l

