Janji yang terbakar

1669 Words

Setelah gairah itu mereda, mereka tetap berada dalam posisi berpelukan di bawah selimut tebal. Damar membiarkan Ziva bersandar di dadanya, sementara tangannya terus mengusap perut istrinya, menjaga agar si kecil di dalam sana tetap tenang. "Terima kasih sudah bertahan, Ziv. Terima kasih sudah menungguku," bisik Damar. Ziva mengecup d**a Damar. "Aku akan selalu menunggumu, Mas. Sekarang, tidurlah. Kita sudah aman." Malam itu, untuk pertama kalinya sejak kasus dimulai, Damar bisa tidur dengan sangat nyenyak. Ia tahu, meskipun ia harus kembali berperang di dunia bisnis esok hari, rumahnya—Ziva dan anak-anaknya—adalah tempat di mana ia akan selalu menemukan kedamaian yang hakiki. Setelah melewati masa-masa kelam di balik jeruji besi, Damar seolah ingin menebus setiap detik waktu yang hilan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD