Bzzzttt! Bzzzttt! Bzzzttt! Ponsel Damar di atas nakas bergetar hebat. Suara bising itu seketika memecah suasana panas di kamar itu. Damar tertegun, gairahnya mendadak buyar kayak disiram air es. Damar menggeram frustrasi. Dia menjauhkan tubuhnya dari Ziva, duduk di pinggir ranjang sambil mengatur napasnya yang memburu. Dia menyambar ponselnya dan melihat layar. "MAMA Calling". "Sial," umpat Damar pelan. Dia melirik Ziva yang masih lemas dengan pakaian berantakan. "Gue angkat telepon dulu." Ziva yang dapet kesempatan emas langsung gercep. Dia nyambar kemeja dan pakaian dalamnya yang tadi dilepas paksa Damar, terus lari terbirit-b***t masuk ke kamar mandi sambil nutupin tubuhnya. Brak! Ziva mengunci pintu kamar mandi dari dalam. "b******k lo, Mas Damar! Gila lo!" teriak Ziva dari dalem

