Pernikahan raka Dan aruna yang terungkap

1618 Words

Raka menarik napas gemetar, berusaha menstabilkan suaranya di telepon. "Aku lagi reunian sama temen SMA di Bandung, Mas. Bentar lagi juga balik ke Jakarta kok," bohongnya untuk terakhir kali. Di seberang sana, Damar hanya mengiyakan dengan nada datar yang sulit ditebak. Raka merasa lega sesaat, ia segera mematikan ponsel dan kembali ke kamar. "Ayo, kita turun sekarang. Sebelum jalanan makin macet," ajak Raka pada Aruna dan Barra. Raka mendorong kursi roda Aruna keluar dari kamar, menuju area lobi. Barra berjalan di sampingnya sambil membawa tas kecil. Namun, begitu pintu lift terbuka di lantai lobi, jantung Raka seakan berhenti berdetak. Di depan sana, berdiri dua sosok yang sangat ia kenal. Ziva dengan wajah merah padam dan Damar yang berdiri tegap dengan tatapan sedingin es. Plak!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD