Pernikahan diam diam raka Dan aruna

1460 Words

"Hmm... itu, Mas. Tadi habis dari perpus, gue mampir jenguk temen yang masuk RS bentar. Makanya bau rumah sakit," ucap Raka, berusaha menjaga nada suaranya agar tidak bergetar. Damar hanya mengangguk pelan, tatapannya tetap tenang namun dalam. "Oh, kirain kamu yang sakit. Ya udah, istirahat sana. Jangan terlalu diporsir belajarnya." Raka bernapas lega dan segera berpamitan untuk kembali ke kostannya di Depok. Namun, sepanjang jalan, pikirannya sama sekali tidak tenang. Bayangan Aruna yang bersikeras ingin mandiri dan Barra yang harus berkeliling jualan di usia sekecil itu terus menghantuinya. Sesampainya di kost, Raka menatap langit-langit kamar. Ia tahu, jika ia hanya mengirim uang, Aruna akan selalu merasa rendah diri. Ada satu cara agar ia punya hak penuh untuk melindungi dan mengh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD