"Bertahanlah, Sayang! Cia," bisik Papi Harry sedih. Tubuh dengan luka bersimbah darah itu diletakkan dengan hati-hati ke atas brankar oleh petugas para medis. Papi Harry menggenggam tangan Cia yang lemas tidak berdaya akibat kecelakaan yang dialami oleh wanita itu. Dalam bisiknya yang parau, Papi Harry meminta Cia agar tetap bertahan. Kesadaran Cia telah terenggut. Sepasang mata wanita itu memejam rapat. Napasnya terdengar lemah dan mengkhawatirkan. Bersama para perawat, Papi Harry ikut serta mendorong brankar menuju ke sebuah ruangan. Papi Harry berniat masuk ke ruangan itu hendak memastikan selama istrinya diperiksa. Namun, seorang perawat menahan Papi Harry. Meminta pria setengah baya itu agar tetap menunggu di luar saja. "Tapi saya suaminya, Sus!" teriak Papi Harry. "Saya tah

