semua perlengkapan ku sudah siap, entah mau dibawa ibu hamil ini jalan jalan oleh sang suami yang penuh kejutan. "bi nitip Angel ya, kalau ada apa apa segera kabari" aku berat sekali melepas Angel, tapi mau gimana lagi toh hanya beberapa hari saja, aku seolah enggan melepas menggendong Angel, pasti bakalan rindu. "Yuk sayang, mumpung masih pagi" "iya sebentar" papi kemudian menggendong Angel dan menciuminya, lalu memberikknnya kepada bibi, ah terasa sedih membiarkanya di rumah. Andai saja kamu sudah besar dikit pasti sudah ku ajak. Aku pun melangkahkan kaki ku menuju mobil, Pak bram masih bertugas di rumah mengawasi Angel, aku takut mami ke sini lalu membawanya. dan entah kenapa ada perasaan yang mengganjal ketika aku akan berangkat, perasaan ku tidak terlalu begitu bersemangat

