Di mana pun berada, kamar tidur selalu menjadi tempat terbaik dan terfavorit seseorang. Begitu juga dengan Juna, rasanya sangat melegakan saat kembali ke kamar tidurnya. Semua beban hidup terasa lenyap kala punggungnya menyentuh enpuknya kasar. Mata karamel itu terpejam sejenak, tangannya meraba saku dalam jasnya, meraih ponsel yang tersimpan di sana. Seharian ini ia tidak menyentuh alat komunikasinya, juga tidak mengaktifkan suara, ia biarkan ponselnya dalam keadaan mode diam dan tanpa getar. Ia tahu Diva pasti menghubunginya, meskipun sangat merindukannya, tapi ia masih belum siap untuk berbicara dengannya. Apalagi tadi malam sampai seharian ini kondisi emosinya masih belum stabil, ia tak ingin tiba-tiba marah dan membentak wanitanya. Sore ini ia sudah merasa lebih baik, dan akan berko

