Bab 37

2144 Words

Sudah lewat tengah malam baru Diva dapat memejamkan mata. Bukan karena Juna yang terus saja meneleponnya atau tidak memutuskan sambungan video call mereka, melainkan karena dia yang masih belum mengantuk. Kantuknya lenyap setelah Juna menghubunginya, berganti dengan rasa lega dan berbunga-bunga. Dadanya menghangat, tubuhnya bergetar, getaran yang indah setiap kali berada di dekat pria yang dicintainya itu. Jantungnya terus berdebar, debaran manis yang disukainya, dan membuat matanya tidak bisa terpejam. Seandainya saja Juna ada di sini, mungkin dia akan menyusul pria itu ke apartemennya dan menginap di sana. Ide yang gila, tapi selalu membuatnya penasaran. Mungkin suatu hari dia akan melakukannya, menginap di apartemen seorang pria yang sepertinya bukan pertama kali dilakukannya. Makam k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD