Shera Fuji Lesmana Aku menatap kepergian Adrian yang saat ini begitu menyakitkan. Lelah, menyerah, putus asa mungkin itu yang ia rasakan saat ini, hingga dia ada di sana. Melangkah menjauh, tanpa bisa ku gapai. Sedangkan aku di sini memandangnya dengan penuh harapan yang terasa bingung. Ingin memanggilnya untuk kembali tapi tak bisa, ingin memintanya untuk menetap tapi tidak mungkin. Axel ada di sampingku saat ini, menggenggam tanganku, menguatkan hati dan pikiranku untuk tidak berubah haluan dari rencana a menjadi rencana z. Ia menjadi saksi di mana kerapuhan hatiku ini, sudah tidak bisa lagi tertolong. Axel bilang, esok dia akan melamarku, kepada Bapak. Dia akan meminta sebuah restu yang tadinya kupikir akan didapatkan oleh Adrian. Rasanya sakit sekali, dan aku nggak bisa berpikir l

