Shera Fuji Lesmana Sekarang aku ingat namanya! aku ingat laki-laki yang saat ini ada di hadapanku dan Axel. Namanya Hendra, teman semasa sekolah ku dan Adrian. Dulu, aku sering sekali melarang Adrian untuk berkawan dengan Hendra. Bukan karena aku ingin jadi teman ove protektif atau berlagak seperti Bos. Tapi memang keadaannya saat itu, bagiku Hendra tampak bisa membawa pengaruh buruk pada Adrian. Dan ku rasa saat ini, hal itu benar. "Sorry, kalian pasti kecewa sekarang ini, karena ternyata gue belom mati! ciihh," kata Adrian kemudian. "Yang bener aja. Lo sendiri juga pasti tahu, lompat dari jembatan ini, paling parah juga pasti cuma patah tulang, memangnya ... otakku sekecil itu? sampai harus percaya dengan kata-kata anak kecil kaya gitu," ejekku pada Adrian. "Jangan nguji kesabaran

